Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Zakat Nasional

Jakarta (01/03) – Deputi bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono, bersama dengan Direktur pemberdayaan Zakat Kementerian Agama DR. H. Tarmizi MA, Ketua Badan Zakat Nasional (BAZNAS) Prof Bambang Sudibyo, Ketua Forum Organisasi Zakat Nur Efendi, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Kebijakan Zakat Nasional. Rakor ini bertujuan untuk menghasilkan sinkronisasi dalam implementasi kebijakan zakat di Kementerian/Lembaga (K/L) dengan mengoptimalkan peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No.23 Tahun 2011, dan Inpres No. 3 Tahun 2014 menjelaskan bahwa hanya terdapat 1 (satu) izin untuk 1 (satu) LAZ di setiap Kabupaten atau Kabupaten kota yang di regulasi. Faktanya, masih terdapat banyak cabang ranting di lapangan yang penerapannya sendiri berlawanan dengan peraturan yang berlaku.
“Badan Zakat Nasional diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini dengan segera” ujar Agus Sartono dalam rapat. Kondisi yang sedang existing diminta untuk tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa perlu memberhentikan institut terkait cabang ranting sampai menempuh perizinan.

Berkaitan dengan implementasi kebijakan zakat, belum adanya data komprehensif terkait program pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat dari LAZ-LAZ di BUMN mengakibatkan program distribusi anggaran ZIS tidak dapat tersalurkan secara optimal. Selain itu, Agus Sartono juga menyampaikan agar LAZ di BUMN yang sudah berdiri segera memberikan kontribusi kepada BAZNAS sebesar 5% untuk tahun pertama.

Agus Sartono juga berharap agar Kementerian Agama dapat segera membuat mapping peta distribusi mengenai penerima anggaran ZIS, sehingga dapat diketahui daerah mana yang sudah mampu berjalan sebagaimana mestinya dan mana yang harus di intervensi. (Kemenkopmk)

(Visited 159 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.