Menghutangi Terkadang Melebihi Pahala Sedekah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Bersabda : “Aku melihat pada malam aku diisro’kan, di atas pintu surga tertulis ‘Satu sedekah dilipatkan 10 kalinya, dan meminjami hutang dilipatkan 18 kalinya’.” HR. Ahmad IV/296), At-Tirmidzi (1957), Ibnu Hibban (5074) .

Subhanallah. betapa besar keutamaan orang meminjami uang. Karena meminjami uang itu risikonya didunia dengan tak dibayar.

Namun di akhirat anda­ dapat menagihnya jika belum dibayar. Entah dengan meminta pahala dia untuk anda atau menimpakan dosa anda untuknya.

Tapi yang jelas uang anda tersebut pasti akan membuahkan hasil keuntungan bagi anda di akhirat jika si penghutang tidak membayarnya. Karena itu adalah hak. Hak yang akan anda panen.

Beruntunglah mereka yg uangnya sampai di alam akhirat masih dihutang orang. Dan sangat merana orang yang kembali kepada Allah tapi masih membawa hutang.

Hamba Alloh

(Visited 102 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.