Catatan 8 Kali Gerhana di Masa Nabi SAW

Pertanyaan :

Berapa kali Nabi SAW melaksanakan shalat gerhana dan berapa kali terjadi gerhana matahari dan bulan di masa Nabi SAW menurut catatan sejarah dan teknologi?

Jawaban :

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan Anda sebenarnya sudah dijawab oleh sala satu tokoh ahli falak di Indonesia. Beliu adalah Ahmad Izzuddin, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia.

Dalam catatan beliau, selama masa Nabi SAW setidaknya terjadi 8 kali gerhana dengan beragama jenisnya. Rnciannya adalah tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan, sehingga total ada 8 kejadian gerhana.

Tetapi kalau kita merujuk pada riwayat-rowayat yang sampai kepada kita, kita hanya menemukan Nabi SAW sekali melakukan shalat gerhana matahri dan sekali shalat gerhana bulan.
Rincian catatan beliau itu adalah sebagai berikut :

1. Gerhana Bulan 20 November 625

Inilah awal mula shalat gerhana di masa Nabi SAW. Tanggal itu bertepatan dengan 10 atau 11 Jumadal Akhirah tahun ke-4 Hijriyah.

عن عائشة – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا – قالت: جهر النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – في صلاة الخسوف بقراءته

Dari Aisyah radhiyallahuanhu bekata,”Rasulullah SAW menjaharkan suaranya dalam shalat khusuf (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Gerhana Bulan 17 Mei 626

Gerhana bulan terjadi di waktu subuh yang terjadi pada 17 Mei 626. Kalau kita konversikan pakai komputer tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu 22 Dzul-Hijjah tahun ke-4 Hijriyah.

Menurut Ahmad Izzudin, gerhana bulan itu terjadi hanya parsial (sebagian) menjelang waktu subuh hingga subuh berakhir. Bahkan ketika bulan tenggelam masih dalam keadaan gerhana. Belum lagi, waktu gerhana ini sangat luas dengan waktu tenggelamnya sekitar 2 jam.

“Waktu tersebut merupakan waktu di mana kaum muslimin lebih banyak di rumah atau masjid untuk melakukan qiyamul lail. Bahkan umat biasanya masih melakukan zikir setelah subuh. Sehingga fenomena ini terabaikan,” kata Izzuddin.

3. Gerhana Matahari Mini 21 April 627

Gerhana yang kedua adalah gerhana matahari mini yang jatuh bertepatan dengan 26 Dzul-Qa’idah tahun ke-5 Hijriyah. Namun sangat kecil dan jelas tidak mungkin terasa, karena persentase piringan matahari yang tertutup bulan hanya 2 persen saja.Meski gerhana ini berdurasi 32 menit 4 detik, namun nyaris tidak akan terasa.

Menurut Ahmad Izzudin kita tidak mendapatkan riwayat bahwa di tahun itu Nabi SAW melaksanakan shalat gerhana. Boleh jadi kita tidak mendapatkan riwayat bahwa Nabi SAW melakukan shalat gerhana saat fenomena ini karena terlalu parsial hanya 2% saja.
4. Gerhana Bulan 25 Maret 628

Gerhana bulan sebagian ini terjadi dalam durasi 2 jam 7 menit 1 detik. Meski besar gerhana saat itu sudah 31 persen, namun waktunya terjadi saat maghrib tiba, di mana umat muslim tengah menjalankan Salat Maghrib di masjid.

Kalau kita konversikan diperkirakaan jatuh pada hari Selasa, 10 Dzul Qa’idah tahun ke-6 Hijriyah

5. Gerhana Matahari Mini 3 Oktober 628

Kalau kita konversikan gerhana ini terjadi pada hari Jumat 26 Jumadal Awwal tahun ke7 Hijriyah dengan durasi gerhana 59 menit 46 detik. Nampaknya kita pun juga tidak mendapat riwayat bahwa Nabi SAW menjalankan shalat gerhana pada saat itu. Alasannya barangkali karena gerhana ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sebab piringan matahari yang tertutup hanya 12 persen.

“Awal gerhana saat itu terjadi sebelum matahari terbit dilihat dari Madinah. Sehingga saat terbit, matahari sudah dalam keadaan gerhana. Lalu beberapa saat gerhana sudah berakhir. Jadi mustahil dapat disadari,” kata dosen UIN Walisongo Semarang itu.

6. Gerhana Bulan 15 Maret 629

Gerhana itu merupakan gerhana bulan total yang terjadi selama 1 jam 40 menit 31 detik. Kalau kita konversikan tanggal itu jatuh pada tanggal 10 atau 11 Dzul Qa’idah tahun ke-7 Hijriyah.

Namun karena terjadi pada Maret di mana menjadi waktu mulai berakhirnya musim dingin, aktivitas masyarakat Arab kala itu masih rendah.

“Di samping itu sisa-sisa mendung kemungkinan masih banyak, sehingga bulan yang sedang gerhana luput dari perhatian masyarakat Madinah,” katanya.

7. Gerhana Bulan Sebagian 4 Maret 630
Gerhana ini bertepatan dengan 10 atau 11 Dzul Qa’idah tahun ke-8 Hijriyah.

Durasi gerhana ini mencapai 2 jam 42 menit 47 detik dengan besar gerhana 68 persen saat waktu Maghrib. Tapi, Nabi tidak menjalankan salat gerhana karena kemungkinan awal gerhana terjadi sebelum bulan terbit. Sehingga saat terbit bulan sudah dalam keadaan gerhana. Lalu 23 menit setelah matahari terbenam (waktu Maghrib) gerhana sudah berakhir. Gerhana ini mungkin juga tidak tersadari oleh masyarakat Madinah saat itu.

8. Gerhana Matahar 27 Januari 632

Inilah gerhana dimana Rasulullah SAW diriwayatkan telah melakukan shalat berjamaah. Tanggal 27 Januari 632 bertepatan dengan 25 atau 26 Syawwal tahun ke-10 Hijriyah. Saat itu jalur gerhana melewati sejumlah negara di antaranya, Afrika, Arab Selatan, India, dan Asia Tengah.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

(Visited 114 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.