RAHASIA BULAN RAJAB

rahasia rajabRajab adalah bulan ketujuh dalam tahun Hijriyah yaitu antara bulan Rabiul Akhir dan Sya’ban dengan jumlah tiga puluh hari.Kata “rajab” diambil dari kata dalam bahasa Arab “rajaba” artinya merasa malu, contoh dalam kalimat “rajaba fulan min amalihi as-sayyi’i” artinya ‘fulan merasa malu atas amal perbuatanya yang buruk.’ Makna ini dapat merefleksikan kepada kita bahwa pada bulan Rajab ini kita seharusnya malu melakukan maksiat, malu kalau tidak beramal shaleh.

Kata “rajaba-arjabun” arti lainya adalah ‘mengagungkan,’ contoh dalam kalimat “isy rajaban tara ‘ajaban” artinya ‘hiduplah dengan akhlak yang agung maka akan menakjubkan’ atau kalimat lain “arjaba ar-rajula bi ‘ilmihi” artinya ‘mengagungkan seseorang karena ilmu yang dimilikinya.’

Sesuai dengan arti etimologisnya mengagungkan, bulan ini juga termasuk dalam hitungan bulan-bulan haram yang empat. Allah SWT memerintahkan untuk mengagungkan atau menghormatinya dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Meskipun pelarangan tersebut berlaku untuk sepanjang waktu, namun karena bulan ini disebut bulan haram maka bagi pelaku dosa ia akan diberi siksaan yang amat pedih. Sebaliknya, bagi yang beramal saleh ia akan mendapat pahala yang berlipat pula. Sekalipun bulan Rajab masuk sebagai bulan haram, namun ia satu-satunya bulan haram yang terpisah atau tidak berurutan seperti bulan haram lainnya.

Kaitan antara bulan Rabiul Akhir dengan Rajab adalah bulan Rabiul Akhir adalah saat umat Islam mengenyam ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian, karena rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas segala karunia dan nikmat-Nya, maka pada bulan Rajab ini mereka disuruh mengagungkan bulan ini karena ia adalah milik Allah SWT. Salah satu sifat Allah adalah Dzat Yang Agung di atas seluruh makhluk-Nya, maka konsekuensinya sebagai hamba Allah wajib menaati segala perintah-Nya. Oleh karena itu, berlindunglah di balik keagungan Allah dengan memperbanyak amal saleh di bulan Rajab ini.

Anas bin Malik berkata, “Ketika Rasulullah saw memasuki bulan Rajab belia berdoa, ‘Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana, wa ballighna ramadhana’ artinya ‘Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadhan.’” Dari pemahaman hadits ini, bulan Rajab termasuk bulan yang penuh dengan berkah, sehingga kita dianjurkan berdoa, mencari keberkahan. Dengan kata lain, keberkahan adalah menjadikan hidup kita lebih baik dari sebelumnya.

 

sumber : el-alamia.com

(Visited 363 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.