Apa perbedaan infak dan sedekah?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Seperti yang telah kita ketahui bersama, Lembaga Amil Zakat Al-Hakim SUCOFINDO menerima dan menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah di lingkungan PT. SUCOFINDO (Persero). Istilah zakat mungkin sudah cukup familiar di telinga kita semua, karena merupakan salah satu Rukun Islam yang memang sudah jelas akan kewajibannya. Namun, bagaimana dengan infak dan sedekah? Apakah perbedaan dari keduanya?

Santunan Anak Yatim

Pertama-tama, mungkin akan lebih baik jika kita meninjau dari sisi bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (https://kbbi.kemdikbud.go.id/) mengartikan masing-masing kata infak dan sedekah sebagai berikut :

  • Infak : pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan; sedekah; nafkah;

infak

  • Sedekah : pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi; derma;

sedekah

Dari definisi secara bahasa di atas, sekilas tidak banyak perbedaan yang dapat kita cermati. Namun, ada hal yang cukup ditekankan pada definisi infak yaitu pemberian atau sumbangan dalam bentuk harta, di mana definisi sedekah tidak memberikan batasan pada hal-hal tertentu.

 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ – 34:39

“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik” (QS. Saba’ / 34: 39)

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berinfaklah wahai Bilal ! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy” (HR. Baihaqi)

 

Dengan kata lain, apabila kita ingin berinfak maka pada prinsipnya kita membelanjakan harta kita untuk diberikan kepada orang lain sebagai bentuk kebaikan. Namun, apabila kita ingin bersedekah, tidak terbatas pada harta yang kita miliki saja, namun semua hal baik yang kita berikan juga dapat menjadi sedekah.

 

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ – 57:18

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid / 57 : 18)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib).

 

Kemudian, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda :

“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (berjima’) dengan istrinya adalah sedekah.” (HR. Muslim)

 

Jadi, sekarang sudah faham perbedaan dari infak dan sedekah? Insyaa Allah. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.

(Visited 59 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.