Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ.

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Ilmu

Aku bersaksi bahwasannya tidak ada illah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku  bersaksi bahwasannya Nabi Muhammad   ﷺ   adalah hamba dan Rasul-Nya. Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafus shahih. Agama Islam adalah Ilmu dan amal karena Nabi Muhammad    ﷺ   diutus dengan membawa ilmu dan amal shalih.

Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى   berfirman:

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُون

“Dia-lah Allah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (QS. At-Taubah: 33).

Yang dimaksud dengan al-huda (petunjuk) dalam ayat ini adalah ilmu yang bermanfaat. Dan yang dimaksud dengan diinul haq (agama yang benar) adalah amal shalih. Allah  ﷺ   mengutus Nabi Muhammad untuk menjelaskan kebenaran dan kebhatilan, menjelaskan Nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, hukum-hukum dan berita yang datang dari-Nya, serta memerintahkan untuk melakukan segala apa yang bermanfaat bagi hati, ruh dan jasad.

Beliau  ﷺ  menyuruh ummatnya agar mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah, mencintai-Nya, berakhlak yang mulia, beradab dengan adab yang baik dan melakukan amal shalih. Beliau   ﷺ  melarang ummatnya dari perbuatan syirik, amal yang tidak ada contohnya dan akhlak yang buruk, yang berbahaya bagi hati, badan dan kehidupan dunia dan akhirat.

Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, Tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, yang ma’ruf dan yang munkar, dan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan. Menuntut ilmu akan menambah hidayah serta membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Seorang muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami Islam dengan mengamalkannya konsekuensi dari Islam. Karena itulah menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi.

Menuntut ilmu syar’i wajib hukumnya bagi setiap Muslim dan Muslimah

Rasulallah ﷺ bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”. (HR. Ibnu Majah no. 224. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Imam al-Qurtubi (wafat th. 671 H)   menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi menjadi dua:

Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu (hukumnya) wajib.

Kedua, hukumnya fardhu kifayah, seperti menuntut ilmu tentang pembagian beberapa hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (qishas, cambuk, potong tangan dan lainnya), cara mendamaikan orang yang bersengketa, dan semisalnya. Sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya, dan apabila diwajibkan bagi setiap orang, tidak akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka.

Karenanya, hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.

Menuntut Ilmu syar’i memudahkan jalan menuju surga.

Setiap muslim dan muslimah ingin masuk surga, maka jalan untuk masuk surga dengan menuntut ilmu syar’i. Rasulallah   ﷺ bersabda: 

                                   وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah Radialahu’anhu, Rasulallah  ﷺ bersabda :

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan baginya menuju surga”. (HR.Muslim).

MAJLIS-MAJLIS ILMU ADALAH TAMAN-TAMAN SURGA

Rasulallah  ﷺ bersabda :

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman surga, maka duduklah bersama mereka (perbanykalah)berdzikir).” Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulallah, apakah yang dimaksud taman-taman surga itu?”

Beliau ﷺ menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (malis ilmu).

‘Atha’bin Abi Rabah (wafat th.114 H)   mengatakan, “Majlis-majlis dzikir yang dimaksud adalah majlis halal dan haram, bagaimana harus membeli, menjual, berpuasa, mengerjakan shalat, bersedekah, menikah, cerai, melakukan haji, dan sepertinya”. Ketahuilah bahwa majlis dzikir yang dimaksud adalah adalah majlis ilmu, majlis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, aqidah yang benar menurut pemahaman salafus shahih, ibadah yang sesuai sunnah Nabi ﷺ , muamalah dan lain sebagainya.

Wallahu a’lam bishawab.

(Visited 71 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.