Teladan Dalam Kehidupan

Dalam kehidupan ini kita sangat memerlukan teladan atau contoh yang baik agar kita mendapatkan kesuksesan dan keselamatan di dunia dan di akhirat kelak. Tauladan atau contoh adalah salah satu metode yang efektif dalam pendidikan dunia Islam. Dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah modelling. Rasulallah ﷺ diutus oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَال juga salah satunya agar bisa dijadikan contoh atau tauladan bagi ummat manusia. Sesuai dengan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَال :

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab: 21).

Tauladan kita yang utama adalah Rasulallah ﷺ, pada sisi lain Rasulallah juga mengatakan bahwa kita diperintahkan untuk mencontoh para sahabatnya sebagai generasi yang terbaik. Mereka adalah orang-orang yang berjuang langsung bersama Rasulallah ﷺ dalam berdakwah, berjuang menyebarkan agama Islam pada awal masa perkembangan Islam. Ada beberapa hal yang bisa diteladani dari para sahabat Rasulallah ﷺ, yaitu intelektualitasnya, ibadahnya, dakwahnya dan jihadnya.

  • TELADAN DALAM INTELEKTUALITAS

Dalam hal intelektualitas atau keilmuan, banyak beberapa sahabat dan juga istri Rasulallah ﷺ yang memiliki intelektualitas yang tinggi. Di antara mereka adalah istri Rasulallah ﷺ yaitu Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Aisyah adalah belahan jiwa Rasulallah di dunia dan di akhirat, beliau adalah ahli fiqh yang taat pada Rabbnya. Pada saat Rasulallah wafat, usia Aisyah baru beranjak 19 tahun. Namun demikian, Aisyah telah memenuhi seluruh penjuru dunia dengan ilmu. Dalam hal periwayatan hadist, beliau adalah perawi yang sulit dicari bandingannya. Aisyah lebih memahami hadist, dibandingkan istri-istri Rasulallah yang lain.

Dalam masalah jumlah hadits yang diriwayat-kannya, tidak ada yang menandinginya, selain Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Bahkan dalam beberapa masalah, Aisya mengoreksi pemahaman beberapa sahabat dan menjadi rujukan dalam memahami praktek Rasulallah ﷺ. Hakim Abu Abdillah berkata: “Aisyah  رضي الله عنه membawa 1/4 syariat Islam. Urwah ibnu Zubair berkata: “saya tidak melihat seorang pun yang lebih pandai dalam masalah ilmu fiqh, kedokteran, dan sastra selain Aisyah  رضي الله عنه. Demikian keluasan ilmu Aisyah RA, para wanita mukminah di masa sekarang ini, khususnya para aktivis dakwah sudah semestinya meneladani beliau dalam hal keluasan ilmunya.

  • TELADAN DALAM IBADAH

Salah satu istri Rasulallah ﷺ yang ahli ibadah dan suka berpuasa demi mendapatkan ridho Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَال adalah Hafshah binti Umar bin Khatab. Beliau adalah seorang putri dari seorang ayah yang taat beribadah juga. Tahajjud Hafshah menjadi sebab langgengnya sebagai istri Rasulallah ﷺ.

Zainab binti Jahsy juga sebagai perempuan ahli ibadah, suka berpuasa, berbakti dan rajin bersedekah. Dari Anas bin Malik, “Suatu ketika Rasulallah ﷺ memasuki masjid yang didalamnya ada tali yang diikat pada dua tiang, kemudian Rasulallah berkata: “Untuk apa tali ini, dijawab tali tersebut milik Zaenab, jika dia sudah tidak kuat berdiri maka akan bergelantungan pada tali, kemudian Rasulallah ﷺ bersabda: Tidak, lepaskan tali itu, kalian harus semangat dalam beribadah, jika merasa lelah maka lakukanlah sambil duduk.” Zaenab adalah satu-satunya wanita yang mengungguli Aisyah dalam hal kedudukannya disisi Rasulallah ﷺ. Zaenab adalah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulallah langsung atas perintah Allah. Setelah pernikahannya dengan Rasulallah ﷺ, Zaenab membanggakan diri dihadapan istri-istri Rasulallah yang lain dengan mengatakan: Kalian dinikahkan dengan Rasulallah oleh orangtua kalian, sementara aku dinikahinya atas perintah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَال langsung dari atas tujuh langit. (HR. Bhukari).

  • TELADAN DALAM DAKWAH

Ummu Sulaim (Rumaisha binti Malhan) istri Abu Thalhah, adalah perempuan muslimah yang gigih memperjuangkan akidahnya. Ia tidak mau dinikahi oleh Abu Thalhah yang kala itu masih seorang musyrik. “Apakah engkau tidak tahu wahai Abu Thalhah, sesungguhnya Tuhan-Tuhan yang engkau sembah itu adalah hasil pahatan seorang tukang batu dan sesungguhnya jika engkau menyalakan api pada Tuhan-Tuhanmu, maka ia akan terbakar.” Setelah itu Abu Thalhah memikirkan perkataan Ummu Sulaim, akhirnya hidayah Allah datang dan Abu Thalhah masuk Islam dan keislaman Abu Thalhah menjadi mahar pernikahannya dengan Ummu Sulaim.

Demikianlah perjuangan dan dakwah istri-istri Rasulallah ﷺ dan juga para sahabatnya. Masih banyak para sahabat Rasulallah yang memperjuangkan agama Islam yang menjadikan Islam berkembang. Semoga kita sebagai ummat Rasulallah ﷺ ittiba mengukti ajarannya dan dengan kemampuan kita bisa melanjutkan perjuangan Beliau ﷺ dan keluarga serta para sahabatnya.

Wallahu a’lam.

(Visited 19 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.