Sikap Seorang Muslim Menghadapi Bencana Kekeringan

Kekeringan merupakan kondisi kekurangan pasokan air dari curah hujan dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu musim atau lebih, yang berakibat pada kekurangan air untuk beberapa sektor kegiatan, kelompok atau lingkungan (UNISDR, 2019).

Saat ini kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang sedang dihadapi di sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan yang rendah dan juga panas matahari yang begitu terik, membuat permukaan tanah menjadi kering. Lalu apa saja yang dapat kita lakukan sebagai umat muslim terkait keadaan bencana ini?

Yang pertama adalah berdoa, meminta kepada Dzat Yang Maha Kaya sesuai dengan kaidah yang telah disampaikan Rasulullah ﷺ. Berdoa meminta diturunkannya hujan dapat dilakukan dengan Shalat Istisqa. Istisqa artinya adalah meminta hujan, atau lebih luasnya permohonan meminta as saqa, yaitu diturunkannya hujan kepada suatu negeri atau kepada orang-orang.

Selain dengan Shalat Istisqa, salah satu cara lain meminta hujan adalah dengan memohon ampun kepada Allah ﷻ atau beristigfar, sesuai dengan firman-Nya sebagai berikut :


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Selanjutnya setelah berdoa dan beristigfar, kita dapat melakukan ikhtiar sebagai tindakan Prabencana yang dianjurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diantaranya adalah :

  • Menjaga sumber/mata air.
  • Menggunakan air dengan bijak. Seperti mengurangi pemakaian air yang berlebih, mematikan keran air ketika sedang tidak digunakan.
  • Tidak merusak hutan/kawasan cagar alam.
  • Secara kolektif membuat waduk atau embung untuk menampung air hujan dan dipergunakan saat musim kemarau.
  • Dalam konteks pertanian, memanfaatkan mulsa. Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembapan tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  • Memenuhi kebutuhan keluarga, membuat tandon air di sekitar pekarangan rumah untuk menampung air hujan.

Kemudian, apa tindakan yang perlu kita lakukan ketika bencana kekeringan sedang melanda seperti halnya gejala-gejala yang sedang kita rasakan saat ini? Berikut tindakan Saat Bencana yang dapat kita lakukan :

  • Melapor dan meminta bantuan air bersih kepada pihak yang berwenang.
  • Mengatur jadwal penggunaan sisa air yang masih tersedia.
  • Melaksanakan hujan buatan (pihak yang berwenang).
  • Simak informasi terkini dari media komunikasi seperti radio, televisi, media online dan sumber informasi resmi pemerintah atas keadaan bencana yang sedang terjadi.

Dan apabila Allah masih mengizinkan kita berhasil melewati bencana kekeringan ini, maka terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan Pasca Bencana, diantaranya :

  • Membuat sumur resapan/biopori.
  • Membuat waduk/bendungan untuk menampung air hujan.
(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.